Total Tayangan Halaman

Minggu, 01 November 2015

Makalah Berbicara

MAKALAH BAHASA INDONESIA
BERBICARA

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
Abram Goklas
Arnold Sinurat
Cindy Hervina
Dedek Hermawan
Desy
Naina Zuraika
Nia Novita Lubis
Yenny

TA 2012-2013
SMA WAGE RUDOLF SUPRATMAN 2 MEDAN
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan perkenan-Nya kami dapat menghadirkan makalah mengenai kesastraan yaitu berbicara guna keikutsertaan kami dalam diskusi kelompok mendatang.
Makalah ini disusun untuk memberikan pedoman dan arahan kepada para peserta diskusi dalam memahami kesastraan khususnya di bagian berbicara secara mudah,lengkap,jelas,dan objektif.Adapun isi dari makalah ini mengacu pada etika, aturan, dan tatacara dalam berbicara yang baik dan benar.
Kami juga berharap makalah ini dapat memberikan sumbangsih yang berarti dalam kelancaran proses diskusi mendatang.
Kami menyadari bahwa makalah ini tak luput dari kekurangan.Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari peserta diskusi sangat kami harapkan demi penyempurnaan dan perbaikan makalah ini.
Medan,17 April 2013




Penyusun













Daftar Isi
I.       Kata pengantar
II.    Daftar Isi
III. Isi
A.    Latar Belakang……………………………………………………………….
B.     Pengertian berbicara………………………………………………………….
C.     Faktor –Faktor dalam berbicara………………………………………………
D.    Tujuan berbicara……………………………………………………………...
E.     Masalah dalam berbicara dan penanggulangannya…………………………..
F.      Kesimpulan dan Saran………………………………………………………..
-Kesimpulan
-Saran





















BERBICARA
A.    Latar Belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi.Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan terpenting manusia selain sandang,pangan, dan papan.Manusia berkomunikasi satu sama lainnya dengan berbicara.Dengan berbicara, maksud dan tujuan serta buah pikiran kita dapat dengan cepat tersampaikan.Banyak orang berpendapat bahwa berbicara itu mudah.Namun, tanpa disadari, terkadang mereka melupakan tata cara serta unsur-unsur berbicara yang benar.Dan bahkan, penting diketahui bahwa berbicara bisa dikatakan problema publik yang sering terjadi.Seperti halnya,orang-orang yang ketakutan saat akan mendeklarasikan atau menyampaikan sesuatu di depan publik.Untuk itu,saran dan solusi yang baik dan benar sangat berguna untuk menyelesaikan problema ini.

B.     Pengertian
Dilihat dari berbagai segi, berbicara mempunyai banyak pengertian yaitu
• Berbicara adalah : Kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
• Berbicara adalah : Suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
• Berbicara adalah : Proses individu berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat untuk menyatakan din sebagai anggota masyarakat.
• Berbicara adalah : Ekspresi kreatif yang dapat memanifestasikan kepribadiannya yang tidak sekedar alat mengkomunikasikan ide belaka, tetapi juga alat utama untuk menciptakan dan memformulasikan ide baru.
• Berbicara ada!ah : Tingkah laku yang dipelajari di Iingkungan keluarga, tetangga, dan lingkungan lainnya disekitar tempatnya hidup sebelum masuk sekolah.

C.     Faktor-Faktor dalam berbicara
1) Faktor Kebahasaan
Faktor-faktor yang menyangkut masalah bahasa yang seharusnya dipenuhipada waktu seseorang berbicara.
a. Ketepatan Ucapan 
Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat. Pengucapan bunyi yang kurang tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik.pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang dianggap cacat bisa mengalihkan perhatian pendengar.
b. Penempatan Tekanan, Nada, dan Durasi yang Sesuai 
Kesesuaian tekanan, nada dan durasi merupakan daya tarik tersendiri dalam berbicara. Bahkan kadang-kadang merupakan factor penentu. Walaupun masalah yang dibicarakan kurang menarik, apabila disampaikan dengan penempatan tekanan, dan durasi yang sesuai akan menyebabkan masalah menjadi menarik. Sebaliknya jika penyampaiannya datar saja, hamper dapat dipastikan akan menimbulkan kejemuan, dan keefektifan berbicara menjadi berkurang.
c. Diksi atau Pilihan Kata 
Pilihan kata hendaknya tepat, jelas, dan bervariasi. Jelas maksudnya mudah dimengerti oleh pendengar.

d. Ketepatan Sasaran Pembicaraan 
Hal ini menyangkut pemakaian kalimat. Pembicara yang menggunakan kalimat yang efektif akan memudahkan pendengar memahami isi pembicaraan. Susunan penuturan kalimat ini sangat besar pengaruhnya terhadap keefektifan penyampaian. Seorang pembicara harus mampu menyusun kalimat efektif, sehingga mampu menimbulkan pengaruh, menimbulkan kesan, atau menimbulkan akibat. Dalam peristiwa komunikasi, kalimat tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian dan penerimaan informasi belaka, tetapi mencakup semua aspekekspresi kejiwaan manusia.

2) Faktor-faktor Nonkebahasaan
a. Sikap yang Wajar, Tenang, dan Tidak Kaku 
Pembicara yang tidak tenang, lesu, dan kaku tentulah akan memberikan kesan pertama yang kurang menarik. Padahal kesan pertama ini sangat penting untuk menjamin adanya kesinambungan perhatian pihak pendengar. Dari sikap yang wajar saja sebenarnya pembicara sudah dapat menunjukkan otoritas dan integritas dirinya. Tentu saja sikap ini ditentukan oleh situasi, tempat, dan penguasaan materi.

b. Pandangan 
Pandangan harus diarahkan kepada lawan bicara. Sebab pandangan mata seseorang itu dapat mempengaruhi perhatian lawan bicara. Pendapat ini sejalan dengan Ehrlich, ia menjelaskan bahwa pandangan kontak mata memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif.

c. Kesediaan Menghargai Pendapat Orang Lain 
Dalam menyampaikan isi pembicaraan, seorang pembicara hendaknya mempunyai sikap terbuka dalam arti dapat menerima pendapat pihak lain, bersedia menerima kritik, bersedia mengubah pendapatnya kalau ternyata memang keliru.

d. Gerak-gerik dan Mimik yang Tepat 
Gerak-gerik dan mimik yang tepat dapat pula menunjang keefektifan berbicara. Hal-hal penting lain selain mendapat tekanan, biasanya juga dibantu dengan gerak tangan atau mimik.

e. Kenyaringan Suara 
Tingkat kenyaringan suara disesuaikan dengan situasi, tempat, jumlah pendengar, dan akustik. Kenyaringan suara ketika berbicara harus diatur supaya dapat didengar oleh semua pendengar dengan jelas, dengan juga mengingat gangguan dari luar.

f. Kelancaran
Seorang pembicara yang lancar berbicara akan memudahkan pendengar menangkap isi pembicaraannya. Berbicara dengan terputus-putus, atau bahkan antara bagian-bagian yang terputus-putus itu diselipkan bunyi-bunyi tertentu seperti e…, anu…, a…, dan sebagainya dapat mengganggu penangkapan pendengar. Sebaliknya pembicara yang terlalu cepat berbicara juga akan menyulitkan pendengar menangkap pokok pembicaraan.

g. Relevansi atau Penalaran
Gagasan demi gagasan haruslah berhubungan dengan logis. Proses berpikir untuk sampai pada suatu simpulan haruslah berhubungan dengan logis. Hal ini berarti bagian-bagian dalam kalimat, hubungan kalimat dengan kalimat harus logis dan berhubungan dengan pokok pembicaraan.

h. Penguasaan Topik Pembicaraan 
Pembicaraan formal selalu menuntut persiapan. Tujuannya tidak lain adalah supaya topik yang dipilih betul-betul dikuasai. Penguasaan topik yang baik akan menumbuhkan keberanian dan kelancaran.

D.    Tujuan Berbicara
Secara umum, tujuan berbicara dapat terbagi atas 5 yaitu:
1) Berbicara untuk Menghibur
Menghibur adalah membuat orang senang dan bergembira. Dalam hal ini seorang
pembicara menarik perhatian pendengar dengan cara yang menyenangkan, misalnya
humor, spontanitas, kisah-kisah jenaka, dan sebagainya.
2) Berbicara untuk Menginformasikan
Berbicara untuk tujuan menginformasikan dilaksanakan kalau seseorang berkeinginan
untuk :
-          Menerangkan atau menjelaskan sesuatu proses
-          Memberi atau menanamkan pengetahuan
-          Menguraikan, menafsirkan, atau mengiterpretasikan sesuatu hal
-          Menjelaskan kaitan, hubungan, relasi antara benda, hal, atau peristiwa.
3) Berbicara untuk Menstimulasi
Menstimulasi merupakan kegiatan (berbicara) yang kompleks. Ketika menstimulasi
pendengar pembicara harus pintar merayu atau mempengaruhi pendengarnya. Hal ini
dapat tercapai jika pembicara benar-benar mengetahri minat, kebutuhan, dan cita-cita
pendengarnya.
4) Berbicara untuk Meyakinkan
Meyakinkan merupakan upaya seseorang agar orang lain bersikap tertentu. Melalui
pembicaraan yang meyakinkan, sikap pendengar dapat diubah misalnya dari sikap
menolak menjadi sikap menerima. Melalui pembicara yang terampil dan disertai
dengan bukti, fakta, contoh, dan ilustrasi yang mengena, sikap itu dapat diubah dari
menolak menjadi menerima.
5). Berbicara untuk Menggerakkan
Pernahkah Saudara hadir dalam suatu kampanye? Pembicara dalam kampanye adalah
seseorang yang pandai menggerakkan massa. Dalam berbicara untuk menggerakkan
diperlukan pembicara yang pandai berorasi dan berkharisma. Melalui kepintarannya
berbicara, kelihaiannya membakar emosi, kecakapan memanfaatkan situasi, ditambah
penguasaannya terhadap ilmu – jiwa massa, pembicara dapat menggerakkan
pendengarnya.

E.     Masalah-Masalah Dalam Berbicara dan Penanggulangannya
Beberapa masalah umum yang terjadi dalam aspek berbicara:
a.       Sulit berbicara/menyampaikan sesuatu di muka umum
Penyebab   :           1.takut gagal                                       5.terlalu perpeksionis
                              2. kurangnya rasa percaya diri            6.kurang persiapan
                              3.takut dinilai/dihakimi                       7.stress
                              4.phobia terhadap banyak orang         8.traumatis,takut

Cara penanggulangan  :                      
-Latihan berbicara: Jika Anda memiliki masalah berbicara di depan umum. Maka Anda bisa latihan berbicara dengan teman atau anggota keluarga Anda.
-Ambil inisiatif: Dengan ambil inisiatif dalam memulai pembicaraan, misalnya membahas hal utama dalam topik pembicaraan. Tujukan aspek positif yang dapat Anda soroti ketika Anda berbicara di depan umum.
-Tidak argumentatif: Berbicara di depan umum merupakan peristiwa pendek dan terikat waktu. Anda harus sangat tepat tentang poin yang ingin Anda sampaikan. Berikan pandangan yang jelas dan tidak argumentatif karena terkesan negatif.
-Bahasa tubuh yang positif dan ekspresi: Setiap emosi atau bahasa tubuh yang negatif bisa membuat kesan buruk tentang Anda. Bahkan, jika Anda merasa gugup atau stres, cobalah untuk tidak menunjukkannya dan menutupinya dengan kepercayaan diri Anda.

b.      Penggunaan bahasa prokem indonesia dalam aspek kehidupan sehari-hari
      Dampak     :           1.lunturnya rasa nasionalisme dan sikap bangga  pada bahasa   
   dan budaya.
                                    2.terlupakannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
                                    3.sulit mengutarakan bahasa Indonesia dengan benar
                                    4.bahasa Indonesia dianggap rendah
                                    5.hilangnya/lunturnya bahasa Indonesia

Cara penanggulangan  :1.Biasakan untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan       
     benar
 2.Menyadari pentingnya penggunaan bahasa Indonesia demi menjaga
    kelestarian budaya Indonesia
                                     3.Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri kita
                                     4.Pemerintah harus menekankan penggunaan bahasa Indonesia dalam
    film produksi negeri
                         5.Meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam 
                           pendidikan

F.      Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan     :Berdasarkan isi dari makalah ini,kami simpulkan bahwa berbicara merupakan aspek kebahasaan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.Berbicara memiliki tata cara dan teknik berupa faktor kebahasaan dan faktor non kebahasaan.Namun,berbicara yang dapat dilakukan oleh semua orang juga tak luput dari berbagai masalah.Sebagai contoh, sulit dalam mengemukakan pendapat di muka umum.
Saran   :Menurut kami,saran yang terbaik adalah membangun rasa percaya diri dan menghilangkan ketakutan dalam diri sendiri.Dan seperti pepatah menggatakan “Alah bisa karena biasa”yang berarti bahwa kita harus sering menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar kita dapat terbiasa untuk berbicara atau berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

Terima Kasih



Tidak ada komentar:

Posting Komentar