Total Tayangan Halaman

Minggu, 01 November 2015

Drama: KEBAIKAN MENGHASILKAN KEAJAIBAN

“KEBAIKAN MENGHASILKAN KEAJAIBAN”
1.Abram          : Yono (tuli; pemarah; baik)
2.Andi             : Pak Toni (ayah Yono, Joko, dan Dodo ; jahat; pemarah; terbuka)
3.Arnold          : Joko (buta;
baik; agak bodoh)
4.Dea               : Bu Tina (istri pak Toni; penurut; baik; tidak bertanggung jawab)
5.Dedek           : Dodo (bisu ; penyabar; licik; baik)
6.Johanes         : Karyo (pengembara; baik; misterius)
7.Nia                : Siti (pengasuh Yono, Joko,dan dodo ; baik; bertanggung jawab)
Sinopsis :
“Pak Toni dan istrinya memiliki 3 anak kembar yang semuanya adalah anak laki-laki tetapi ketiganya cacat. Sehingga pada suatu hari Pak toni membuang mereka ke suatu desa. Mereka diasuh oleh Siti hingga mereka besar/belasan tahun. Ketika mereka sudah besar, sebuah keajaiban datang dari seorang pengembara yang dapat membuat mereka menjadi anak yang normal. Hingga suatu saat ketika Bu Tina bertemu dengan mereka dia sangat senang karena ketiga putranya tidak cacat lagi. Bu Tina langsung memberitahu Pak Toni yang kemudian mereka meminta maaf kepada ketiga anaknya atas sikap yang mereka lakukan.”
DRAMA :
Pak Toni dan Bu Tina adalah orang terpandang di kalangan mereka. Mereka memiliki rumah yang besar, kehidupan yang bahagia tetapi kebahagian itu belum lengkap tanpa kehadiran anak. Mereka sudah menikah 1 tahun tetapi belum memliki anak. Mereka menganggap bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lain. Hingga pada suatu hari Bu Tina adan keluarganya mendapat kabar gembira karena dia hamil.
Bu Tina                        : Mas, saya hamil (senang)
Pak Toni          : Terima kasih Tuhan (bersujud terharu). Kita harus memberitahu seluruh anggota 
                             keluarga kita dan membuat pesta kecil – kecilan untuk merayakan ini.
Bu Tina                        : (Bersemangat atas usul suaminya)
Pak Toni          : (menghubungi keluarga) Ayo kita langsung pergi ke Villa kita.
Pada saat Bu Tina berjalan menghampiri Pak Toni, Bu Tina terpeleset dan membuat kehamilannya menjadi terganggu
Bu Tina                        : Mas, kata dokter tadi kehamilan saya terganggu (sedih)
Pak Toni          : Itulah kamu tidak hati – hati (kesal)
Bu Tina                        : (Terdiam)
Pak Toni          : (Terdiam) Ya sudahlah lupakan saja
Saat Bu Tina akan melahirkan semua keluarga mereka merasa takut dan cemas. Setelah dokter memberitahukan bahwa Bu Tina melahirkan 3 anak kembar yang semuanya laki – laki mereka gembira tetapi kegembiraan mereka pudar ketika dokter memberitahukan bahwa ketiga anak mereka cacat.
7 Tahun kemudian
Bu Tina                        : Mas, saya tidak sanggup lagi mengurus mereka (sedih)
Pak Toni          : Saya juga, setiap hari mendengar ocehan tetangga, dan mereka telah menguras
                            seluruh harta kita
Bu Tina                        : (Terdiam)
Pak Toni          : Bagaimana kalau kita membuang mereka ? Mereka sudah menyengsarakan hidup 
                            kita dan membuang – buang waktu kita. Kamu harus setuju dengan usulku !!
Bu Tina                        : (Sedih) Baiklah
Mereka membuang anak mereka ketika anak mereka sedang tidur. Dan pada saat itulah mereka membawa anak mereka ke suatu desa.
Pak Toni          : Bagaimana kalau kita buang mereka di rumah ini saja ? (sambil menunjuk)
Bu Tina                        : Terserah (Sedih)
Mereka meletakkan ketiga anak mereka didepan rumah itu dan tanpa sengaja Siti melihat kejadian itu
Siti                   : Hei... Tunggu jangan pergi (bingung). Apa ini? Hah ada 3 anak (terkejut)...Nak, bangun.. bangun...
Dodo               : (Terkejut) Iiiaanaa amiii ??
Joko                 : ada apa ini ?? dimana ini ??
Yono               : Dimana kita ? Tempat apa ini???
Siti                   : Tenang – tenang kalian ada di rumah saya, saya ibu siti, tadi saya sempat melihat ada 2 orang yang meletakkan kalian kesini.
Joko                 : Apa ?!! mana mama ??
Siti                   : Sudah-sudah kita masuk dulu ke dalam  (masuk ke dalam rumah)
Dodo               : (Sedih)
Yono               : (Bingung)
Joko                 : Jadi siapa yang meletakkan kami disini(ketakutan) ??
Siti                   : Saya tidak tahu siapa mereka
Dodo               : aaammaaa (sedih)
Yono               : jangan nangis do.... Apa yang sedang terjadi disini
Joko                 : KITA DIBUANG KE RUMAH INI
Yono               : Apa ?!!!
Siti                   : Karena hari sudah larut malam bagaimana kalau kalian tinggal dirumah saya saja??
Joko                 : Terima kasih bu
Dedek              : eeiimaaa aaiihh
10 Tahun kemudian, Yono, Joko, Dodo sudah 17 tahun...
Joko                 : Bu hari ini tanggal berapa dan hari apa yaa ???
Siti                   : Hari ini tanggal 1 bulan Januari
Dodo               : (Senang)
Joko                 : Hari ini ulang tahun kamu bu (antusias)
Siti                   : Ooo iya(terkejut)... Ibu lupa
Yono datang....
Yono               : Weee tadi aku lihat kalender, hari ini ulang tahun ibu siti
Joko                 : KAMI SUDAH TAU 
Yono               : gak percaya kalian? Tanyalah sama bu siti
Dodo               : eee... ono... amii ta tau...
Yono               : kau pun gak percaya yaudahlah....
Joko                 : ( ingin memukul Yono..)
Dodo               : ehhh abarrr koo....  agan itu..
Joko                 : untung aja aku agak sabar
Ibu siti                         : sudah-sudah jangan bertengkar....
Yono               : orang ini bu, gk percaya hari ini ulang tahun ibu..
Ibu siti                         : sudah diam semuanya ( marah )
Kemudian setelah itu ulang tahun ibu siti pun dirayakan dengan sederhana... dan semuanya senang.  
Esoknya mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka seperti biasanya
Yono               : Joko. Dodo ayo kita pergi lari pagi...
Joko&Dodo     : ayo...
Yono               : mau gak kalian ?
Joko                 : (Menarik yono dan dodo keluar rumah untuk jalan-jalan tapi salah arah)
Kemudian Yono, Joko, dan Dodo pergi keluar  rumah untuk jalan-jalan, dan mereka berjalan-jalan ke suatu pasar... di pasar mereka seperti biasa selalu menimbulkan keributan
Dodo               : Auu apar,,,
Joko                 : aduh do,, aku gak uang...
Yono               : apa kalian bilang?
Dodo               : Au apar... api, oko ndak ada wangg..
Yono               : Gak ada uang? Apa tau emangnya Joko uang itu gimana?
Joko                 : heh... gini-gini aku tau juga uang ya... kau kira aku gak tau?
Yono               : Begitulah ko... mengakui kesalahan..
Dodo               : ( garuk-garuk kepala ) 
Tiba-tiba ada seorang perempuan cantik datang menghampiri mereka...
Cewek                         : Mas tau gak jalan mau ke simpang limun?
Dodo               : (diam saja, karena malu ketauan tidak bisa bicara, dan menunjukan ke arah Joko)
Cewek                         : Ohh... dimana ya mas? 
Joko                 : ( Joko yang tidak tau menunjuk kearah Yono tapi salah menunjuk dan diperbaiki oleh dodo)
Cewek                         : Aduh susad banget sih, menanyanya... ohh ia dmn sih mas?
Yono               : (tersenyum) nama saya Yono.
Cewek                         : Jalan nya dimana mas? ( agak marah )
Yono               : ohh.. yang ini joko,, ini dodo..
Cewek                         : (menampar Yono, joko, dan Dodo, lalu pergi meninggalkan mereka)
Yono               : Gila cewek itu, masa kita ditampar.memang zaman sekarang ini makin banyak orang gila...
Dodo               : Apek,,, deh...
Joko                 : aduh... yon kapanlah bisa nyambung bicara sama mu...
Yono               : iya memang benar,,, cewek itu memang garang kali..
Dodo               : audahahh... ulang ata ita...
Kemudian ketika mereka hendak pulang ke rumah, ditengah jalan mereka berjumpa dengan seorang laki-laki tua yang compang-camping...
Yono               : Heh... kalian lihat itu ada seorang pemulung...
Joko                 : ohh ia,,, dimana?
Dodo               : I ana tia....
Joko                 : ayo... kita hampiri dia... ( pergi sendiri tapi sebenarnya tidak tau...)
Dodo               : eeeehhh... ukan te titu,,
Yono               : aduh ko.. jangan sok kau..
Tiba-tiba laki-laki tua itu datang menghampiri mereka yang asyik bertengkar.
Karyo              : Hai.. anak muda.. bisa minta air putih kalian, saya sangat haus sekali
Yono               : Nama saya Yoono...
Joko                 : ( berbicara dengan arah yang salah tetapi diperbaiki oleh dodo) maaf pak perilakunya memang selalu begitu, dia agak tuli pak..
Dodo               : ( hanya tersenyum malu dengan bapak tersebut )
Karyo              : Saya sudah tau latar belakang kalian....
Joko                 : Ha? Dari mana bapak tau
Karyo              : kan ada di teks drama kita...
Joko                 : ohh... iya ya...
Dodo               : ehhh... ius lah len..
Karyo              : oke...
Karyo              : saya boleh meminta air putih kalian, saya haus sekali..
Yono               : hahahaha.... ada2 aja bapak ini,..
Dodo               : olehh,,, mpak.. nihhh putih na...
Karyo              : ( karyo meminum air nya) terima kasih banyak ya nak, telah membantu saya
Yono               : ohh haus rupanya, kok gak bilang dari tadi, bapak lapar juga
Karyo              : ( menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Yono)
Yono               : do kasi makanannya...
Dodo               : ingi pak....
Karyo              : trimakasih banyak ya nak...
Joko                 : kami pergi pulang dulu ya pak.... kami harus cepat2 ke rumah...
Karyo              : ( hanya tersenyum )
Kemudian Yono, Joko, dan Dodo pergi pulang, tetapi sebelum sampai ke rumah bu siti ada sesuatu yg aneh terjadi pada mereka...
Karyo              : semoga kekurangan mereka dapat menjadi kelebihan mereka.....
Yono, Joko, dan Dodo tiba2 terjatuh serentak.... dan pingsan sebentar..
Yono               : aduh apa yang terjadi ini??
Joko                 : mata saya sakit sekali..
Dodo               : ia betul,,, sakit sekali...
Yono               : ada apa ya, kok sakit semua??
Joko                 : entahlah,,, aneh sekali..
Dodo               : betul....
Yono               : loh,,, kau do kok bisa bicara?
Dodo               : hah... apanya??
Joko                 : loh... aku bisa melihat...( menjerit )
Yono               : Hahh,,, aku tidak tuli lagi... yeah... ( senang bisa bicara )
Dodo               : eyahh,,, angu bita bitata,,, ehemm..ehemm... tes-tes,,, Yeah aku bisa bicara...
Ketiganya sangat senang sekali bisa tiba2 dapat berubah menjadi normal dengan seketika.....
dan merekapun pergi berlari ke rumah ibu siti untuk mengabarkan kabar gembira tersebut,,,
Yono               : bu,,,, kami sekarang normal...
Dodo & Joko   : iya ...bu...
Siti                   : hah( terkejut setengah mati) maksud kalian?
Dodo               : aku sudah bisa berbicara bu...
Joko                 : aku sudah bisa melihat..
Yono               : aku sudah bisa mendengar...
Siti                   : ya Tuhan apa terjadi,,, mengapa mereka bertambah gila... 
Joko                 : kami tidak gila bu... ini kami serius,,, buktinya ak tau ibu dimana ( memegang bu siti)
Siti                   : aaa.. paa...( pingsan )....
Ibu siti pingsan karena terkejut mengetahui bahwa ketiga anak itu dapat menjadi normal dengan sekejap saja. Dan kemudian setelah ibu siti sadar mereka menjelaskan kembali kepada ibu siti dan akhirnya ibu siti pingsan kembali, tetapi setelah sadar kembali,,, Yono, Joko, dan Dodo menjelaskan kembali akhirnya ibu siti memahaminya. Setelah itu beberapa hari kemudian, tiba2 Ibu kandung mereka mendengar bahwa ketiga anaknya yang cacat itu dapat kembali normal dengan ajaib dan berhasrat untuk menemui ketiga anaknya tersebut. Dan berbicara dengan suaminya untuk menemui ketiga anaknya itu...
Bu Tina            : Mas... anak yg kita buang itu sudah normal katanya...
Pak Toni          : Hah?? Apa-apaan maksudmu?
Bu Tina            : iya... anak kita yang didesa itu telah normal...
Pak Toni          : Sudahlah lupakan saja,, anak2 gila itu untuk apa lagi dipikiri...
Bu Tina            : Aku rindu,, kepada mereka..
Pak Toni          : Untuk apa kamu berbicara seperti itu,, dulu kamu buang sekarang kamu kenang...
Bu Tina            : hei.. kemarin itu kan kamu yang memberi ide seperti itu....
Pak Toni          : Lohh,, yang buang siapa...
Bu Tina            : hal itu kan, kita dua yang menyepakatinya,, jadi jgn salah kan aku dong..
Pak Toni          : kan,,, dulu kamu yang mengeluh kepadaku masalah merawat anak ini...
Bu Tina            : Pokoknya,,, aku ingin anak kita kembali kerumah ini... 
Setelah berdebat masalah anak mereka, Pak Toni dan Ibu Tina akhirnya sepakat untuk menemui anak mereka dan meminta maaf kepada anak-anak mereka tersebut. Dan Pak Toni serta Bu Tina mampir kerumah Bu Siti untuk menemui anaknya...
Bu Tina            : Selamat Sore....
Pak Toni          : Selamat sore...
Bu Siti              : Ya tunggu sebentar....
Bu Siti              : Astaga... kalian kan yang membuang anak-anak itu kemari... Pergi kalian dari sini..PERGII,,,,(menjerit).
Yono               : Ada apa bu.. kok ribut sekali...
Dodo&Joko     : Ia... ada apa bu...
Bu Tina            : anak-anakku... ( sambil menangis )
Bu Tina            : Mereka adalah orang yang membuang kalian kemari...
Joko                 : Jadi... mereka orang tua kandung kami....???
Dodo               : Tidak,,, orang tua kandung kita adalah Bu siti,, bukan mereka
Yono               : Benar sekali... Sudah Kalian pergi saja dari sini dan jangan kembali lagi ke sini..
Pak Toni          : Tolonglah anak ku... maafkan kami... kami memang salah,,, kami sangat menyesal sekali atas apa yang kami perbuat...
Joko                 : Sudah,,, jangan mengemis kepada kami,,, pergi saja sana...
Bu Tina            : ( sambil berlutut ),,, tolong anakku,,, maaf kan kami,,, ibu sangat menyesal,,, jika kalian tidak bisa memaafkan ibu lebih baik ibu mati saja...
Bu Siti              : Maafkan mereka.....
Yono               : Tapi bu,,, mereka sudah melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab...
Bu Siti              : Bagai manapun,,, tetap saja mereka adalah orang tua kalian... 

Akhirnya setelah, konflik yang terjadi reda.. Yono, Joko, dan Dodo memaafkan kedua orangtuanya dan kembali kerumah asal mereka dulu. Pak Toni dan Bu Tina akhirnya bertrima kasih sekali kepada Bu Siti atas sikap yang dimilikinya. Dan dengan ibu siti, dia tetap tinggal di desa tetapi Yono, Joko, dan Dodo sering datang ke desa jika rindu dengan Bu Siti. Semua berakhir bahagia, dan bagaimana dengan si pemulung?? Dia tetap melanjutkan perjalanannya dengan mencari orang yang membutuhkannya, karena dia adalah Utusan Tuhan. TAMAT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar